Libur Lebaran Ancol Targetkan 1,1 Juta Pengunjung

|| || || Leave a komentar


Libur Lebaran Ancol Targetkan 1,1 Juta Pengunjung
TOPLESS - JAKARTA - Dalam memeriahkan libur hari raya Idul Fitri, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk telah menyiapkan berbagai hiburan dan wahana menarik, Minggu (19/8/2012), di Jakarta. "Kehadiran program hiburan dan wahana terbaru dari Ancol merupakan salah satu bukti komitmen kami untuk selalu berupaya meningkatkan kepuasan bagi pengunjung Ancol Taman Impian dengan menghadirkan sarana hiburan yang inovatif dan edukatif sekaligus menyenangkan," ujar Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Sumadi.
Sebut saja di wahana Dufan, Ocean Dream Samudera, dan Atlantis Water Adventure akan diadakn pertunjukan yang mengandung unsur edutainment. Ancol juga akan mengenalkan wahana terbarunya, Epic Cable Park, serta kerjasama dengan WWF Indonesia memersembahkan Panda Mobile.
Untuk menyiasati pekan libur lebaran kali ini, Ancol Taman Impian telah mengoptimalan kantong parkir sebesar 12 ribu mobil dan 15 ribu motor, dari kondisi semula sebesar delapan ribu mobil dan empat ribu motor.
Seluruh akses pintu masuk pun dioptimalkan, mulai dari gerbang Marina, Hailai, Timur, hingga Carnaval, guna mengatasi kepadatan antrian, serta menyiapkan 10 bus wara wiri yang dibagi kedua arah barat dan timur.
Di sisi keamananya, Ancol Taman Impian memerjunkan hampir 700 personil keamanan dari keamanan Ancol ataupun dari Kepolisian Polrestro Jakarta Utara yang ditempatkan di beberapa titik posko keamanan. Seperti di kawasan Taman dan Pantai yang berinduk di Posko TOP ONE di dekat Bandar Djakarta. Kamera CCTV yang memantau di 45 lokasi di seluruh Areal Ancol Taman Impian termasuk unit rekreasi juga telah disiapkan.
Tak ayal, pihak Ancol menargetkan jumlah pengunjung 1.1 - 1.5 juta orang, atau dengan proyeksi 90 ribu – 110 ribu orang per harinya. Dengan prediksi puncak pengunjung terjadi pada H+2 hingga H+4 libur Lebaran.

Sumber 
 

Asal-usul Mudik

|| || || Leave a komentar

TOPLESS - Dari mana kata "mudik" bermula. Bagaimana asal-usulnya? Sesekali, menarik juga memahami sebuah kata yang akhirnya menjadi budaya di negeri ini. Boleh jadi, satu-satunya tradisi unik yang dilakukan hampir seluruh orang dalam satu negara, sekaligus sebagai fenomena mengagumkan di mata dunia.


Setiap ahli punya opini sendiri tentang makna kata "mudik". Kita akan lihat bersama beberapa pandangan tersebut.


Mudik dari Betawi?

Dalam pergaulan masyarakat Betawi terdapat kata "mudik" yang berlawanan dengan kata "milir". Bila mudik berarti pulang, maka milir berarti pergi.

Kata "milir" merupakan turunan dari "belilir" yang berarti: pergi ke Utara. Dulu, tempat usaha banyak berada di wilayah Utara - lihat sejarah Batavia dan Sunda Kelapa. Karena itulah kata "mudik" bermakna: Selatan.

 Pekerja Betawi pulang ke rumah atau mudik

Sehubungan dengan kata ini, pendapat lain mengungkapkan bahwa kaum urban di Sunda Kelapa sudah ada sejak abad pertengahan. Orang-orang dari luar Jawa mencari nafkah ke tempat ini, menetap dan pulang kembali ke kampungnya saat hari raya Idul Fitri tiba. Karena itulah, kata "mudik" dalam istilah Betawi juga mengartikan "menuju udik" (pulang kampung).


Mudik, budaya Agraris?

Ada pula pendapat mengatakan mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa. Mereka sudah mengenal tradisi ini bahkan jauh sebelum Kerajaan Majapahit berdiri.

Biasanya tujuan pulang kampung untuk membersihkan pekuburan dan doa bersama kepada dewa-dewa di kahyangan untuk memohon keselamatan kampung halamannya yang rutin dilakukan sekali dalam setahun.

Tradisi 'nyekar' masih terlihat hingga kini. Kebiasaan membersihkan dan berdoa bersama di pekuburan sanak keluarga sewaktu pulang kampung masih banyak ditemukan di daerah Jawa.


Mudik ada sejak nenek moyang?

Bagaimana dengan pernyataan bahwa mudik telah ada sejak zaman nenek moyang? Beberapa ahli mengaitkan tradisi mudik ada, karena masyarakat Indonesia merupakan keturunan Melanesia yang berasal dari Yunan, Cina. Sebuah kaum yang dikenal sebagai pengembara. Mereka menyebar ke berbagai tempat untuk mencari sumber penghidupan.

Pada bulan-bulan yang dianggap baik, mereka akan mengunjungi keluarga di daerah asal. Biasanya mereka pulang untuk melakukan ritual kepercayaan atau keagamaan. Pada masa kerajaan Majapahit, kegiatan mudik menjadi tradisi yang dilakukan oleh keluarga kerajaan. Sejak masuknya Islam, mudik dilakukan menjelang Lebaran.


Mudik dalam kajian bahasa Arab

Untuk menguatkan akar mudik berkaitan dengan tradisi islami, beredar pula argumen makna mudik dalam kajian ala timur-tengah.

Kata "mudik" seperti istilah arab untuk "badui" sebagai lawan kata "hadhory". Sehingga dengan sederhana bisa diambil kesimpulan bahwa mudik, adalah kembali ke kampung halaman.


Mudik dari akar kata “ adhoo-a” yang berarti “ yang memberikan cahaya atau menerangi”
Ini bisa dipahami dengan mudah, bahwa mereka para pemudik itu secara khusus memberikan ‘cahaya’ atau menerangi kampung-kampung halaman mereka.

Mudik dari akar kata “ Adhoo-‘a”, yang berarti “ yang menghilangkan “
Selanjutnya, mudik berasal dari bahasa arab yang berarti : orang yang menghilangkan. Hal ini juga akan mudah kita tangkap, bahwa mereka pemudik itu adalah orang-orang perantauan yang dipenuhi beban perasaan kerinduan, dan kesedihan karena jauh dari orangtua, keluarga atau kampung halamannya. Karenanya mereka melakukan aktifitas mudik , dalam rangka ‘menghilangkan’ semua kesedihan tersebut.

Mudik dari akar kata “ adzaa-qo” yang berarti “ yang merasakan atau mencicipi “
Orang yang mudik ke kampung halaman pastilah mereka yang ingin kembali ‘merasakan dan mencicipi’ suasana kampung tempat kelahiran.

-----------------------------

Nah, sekarang saya akan menyarikan apa yang pernah ditulis oleh budayawan, sastrawan, guru besar Jakob Sumardjo. Buat kamu yang belum mengenalnya dan ingin berkenalan dengan tulisannya, coba dulu baca yang paling populer "Olenka". Ia juga populer sebagai kolumnis yang kerap dimuat di koran-koran nasional.


Kata "mudik" mengartikan "hulu".
Pada zaman pramodern hanya dikenal komunikasi sosial lewat sungai. Hampir semua hunian tua di Indonesia selalu berada di tepi sungai. Karena sungai merupakan sarana komunikasi dan transportasi yang vital, maka dikenal adanya istilah arah hulu dan hilir, mudik dan muara.

Pada waktu itu, kalau orang mengatakan mau mudik, jelas artinya mau pergi ke hulu. Dan kalau mau ke hilir, berarti mau ke arah muara. Orang yang menuju ke hulu dapat berarti “naik”, “munggah”, “pulang”, “ke hutan”, “ke kebun”, “ke bukit”, “ke kampung”. Sedangkan orang yang menuju ke hilir dapat berarti pergi, “keluar”, “ke pasar”, “merantau”, “kerja”.

Transportasi air di Sungai Brantas, Jawa Timur

Dengan demikian arah hulu lebih bermakna “perempuan” dan hilir bermakna “lelaki”. Perempuan adalah hulu adalah rumah adalah kampung halaman. Lelaki adalah hilir adalah luar adalah asing, atau rantau.

Dengan pola pikir yang demikian itu, munggah dan mudik maknanya sama, yakni kembali ke ibu, ke kampung halaman, ke nenek moyang, ke asal adanya, ya kembali ke fitrahnya. Begitulah kesadaran kolektif bangsa ini sejak zaman dahulu kala, yakni tidak pernah melupakan jati dirinya, asal usulnya, nenek moyangnya, kampung halaman tempat ia dilahirkan. Manusia Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dalam hubungan munggah dan mudik ini, selalu ingat asal usulnya, indungnya, sangkan paran atau asal dan tujuan hidup ini.

Mengapa identik dengan Lebaran?

Di zaman purba Indonesia ada upacara setiap tahun yang bermakna manunggal dengan nenek moyang sebuah komunitas. Sisa-sisa upacara demikian masih lestari dalam bentuk bersih desa, ngalaksa, seren taun, ngarot dan banyak lagi.

Dalam upacara-upacara semacam itu dilakukan penyatuan manusia sebagai mikrokosmos dengan alam sebagai makrokosmos dan arwah nenek moyang berupa mitos-mitos sebagai metakosmos.

Rangkaian upacaranya mulai dari mandi bersama (bersih badan), pantang dan puasa, ziarah kubur, seni pertunjukan yang mementaskan kisah mitologi nenek moyang pendiri wilayah, dan akhirnya makan bersama atau kenduri. Tempatnya bisa di tanah lapang, di balai desa, di leuwi, di mata air, di kuburan desa.

Bersih desa
 
Dalam upacara-upacara tahunan semacam itulah seluruh penduduk kampung kumpul bersama, tua atau muda atau kanak-kanak.

Upacara menyatukan diri seluruh penduduk kampung dengan makrokosmos dan metakosmos ini, dapat bermakna sangkan-paran atau kembali menyatu dengan yang asal. Mereka sedang munggah atau mudik. Kembali ke indung asal kehidupan ini. Kembali ke Sang Pencipta dengan seluruh warga yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Ketika agama Islam dipeluk oleh bangsa Indonesia, maka sisa-sisa ritual primordial ini tidak dilenyapkan karena sudah merupakan bagian dari arketip budayanya. Kalau tidak melakukan, mereka merasa ada yang hilang dari bagian dirinya sebagai kelompok.

Padanan untuk itu adalah bulan puasa bagi umat Islam, atau puncaknya pada hari Lebaran. Tradisi manusia Indonesia untuk nyekar atau menebar bunga di kuburan nenek moyang, mandi bersama di pantai atau di sungai desa, mengirim makanan bagi sanak saudara, yang semua itu dilakukan sebelum bulan puasa, adalah inkulturisasi Islam terhadap budaya sebelumnya.
 
 

Inggrid Kansil Kenakan Kebaya Kutu Baru

|| || || Leave a komentar


Inggrid Kansil Kenakan Kebaya Kutu Baru
Inggrid Kansil 
 
 
TOPLESS - JAKARTA - Saat open house menerima tamu lebaran bersilahturahmi di kediamannya, Inggrid Kansil tampil sangat cantik menggunakan kebaya kutu baru warna putih rancangan desaigner Kawilarang. Rancangan Kawilarang menurut Ingrid bahannya sangat enak dipakai.
"Yang saya pakai ini adalah kutu baru, jadi kutu baru itu di era beberapa puluh tahun yang lalu itu sesepuh nenek moyang kita menggunakan kebaya itu dengan beef, jadi didesainlah setengah itu, mungkin di zaman nenek-nenek kita zamannya kutang mini atau kutu baru atau beef disisainlah setengah," kata Inggrid di Widya Chandra III No 12A kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/8/2012).
Itulah nama model kebaya yang digunakan Inggrid secara khusus untuk acara formil dan non formil. Menurutnya kebaya kutu baru itu tidak harus menggunakan bahan brokat tetapi dari batik pun bisa dibuat.
Kebaya menurut istri dari Menteri Usaha Kecil dan Mikro Syarief Hasan ini merupakan identitas bangsa Indonesia. Sedangkan untuk batik sendiri sudah di akui oleh badan internasional, UNESCO. Inggrid berharap kebaya khususnya kebaya kutu baru juga bisa diakui oleh dunia internasional.
"Jadi saya mengharapkan kebaya Indonesia, kedepan bisa di akui oleh internasional, bahwa kebaya itu punya Indonesia," ujarnya.
Selain memperkenalkan kebaya, Ingrid juga ingin menggalakkan masyarakat Indonesia menggunakan kerajinan tenun lurik. " Kalau batikkan eranya sudah dicintai orang banyak yah," ujarnya.
Bintang sinetron 'Safa&Marwah' ini ingin sekali masyarakat Indonesia mencintai tenun lurik. Tenun menurutnya mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk pelaku ekonomi usaha kecil khususnya di bidang kerajinan. "Saya ingin masyarakat Indonesia mau menggunakan," tandasnya.

Sumber
|| || || Leave a komentar

Ratusan Kambing Terpanggang di Dalam Gedung


TOPLESS - PALEMBANG - Api mengamuk di Kota Palembang, Sumsel, malam ini. Selain melahap Kompleks Rumah Susun Blok 35, di Jalan Radial depan Palembang Indah Mal (PIM), Minggu (19/8/2012) pukul 19.30 WIB, kebakaran juga menghanguskan belasan bangunan dan rumah warga di Jalan Ali Ghatmir 13 ilir.
Api pun menghanguskan ratusan kambing, ternak milik warga yang dikandangkan di salah satu bangunan yang terbakar. Warga yang menonton sangat ramai justru mengganggu upaya pemadaman kebakaran sehingga kesulitan mendekatkan mobil pemadam kebakaran.
Awalnya hanya ada 3 mobil pemadam yang datang, sementara api sudah meludeskan bangunan. Menurut warga sekitar pemadam api (PBK) kehabisan Air. Air sungai bayas yang tepat berada disamping bangunan yg terbakar sangat minim.
Api diduga berasal dari rumah Hamidah, rumah lantai 4, Blok 43. Rumah dalam keadaan kosong itu disewakannya kepada seorang wanita. Sekitar 10 unit mobil Pengendalian Pemadam Kebakaran (PPK) yang dikerahkan akhirnya mampu mengendalikan api pada pukul 21.30.
Ahyar, Ketua RT27 RW 11 lagi dirumah tinggal diblok 35 mengatakan, ia mengetahui ada kebakaran saat mendengar suara-suara ribut di luar rumahnya.
"Saya lagi nonton tv. Terus, ada suara ribut-ribut. Langsung lihat, rupanya api sudah besar," katanya.
Kapolsekta Ilir Barat (IB) 1, Kompol Sonny Triyanto mengatakan, dugaan sementara api muncul akibat korseleting listrik. Sampai saat ini, tidak ada korban jiwa dari musibah ini.

Sumber

Neelofa Mohon Maaf

|| || ,, || Leave a komentar
NEELOFA anggap diri jadi matang selepas melalui banyak dugaan.


KONTROVERSI cinta tiga segi, kekasih baharu dan cinta lokasi, tak puas hati dengan kemenangan artis lain serta pergaduhan sesama artis sehingga melantik peguam, itu semua episod kisah panas yang mendidihkan nama Noor Neelofa Mohd. Nor.

Terbaru, si cantik molek yang sedang menghangatkan slot Akasia, Kau Yang Terindah di TV3 kini terpalit pula dengan teguran 'jangan lupa diri' oleh Datuk Yusof Haslam.

"Sebenarnya sejak lebih tiga bulan kebelakangan ini, terlalu banyak cabaran yang perlu saya hadapi. Macam-macam cerita yang tak kena, satu persatu ia datang dan orang nampak saya ini tidak habis-habis mencipta kontroversi.

"Semua itu buat saya terfikir, kenapa Tuhan tak berhenti beri ujian kepada saya, mesti ada sebab dan hikmah. Saya ambil semua itu sebagai satu amaran daripada Tuhan supaya menjadi lebih matang dan sedar di mana saya berpijak. Semua itu buat saya muhasabah diri, mungkin selama ini saya ada buat salah," kedengaran sedikit sayu suara pengacara Nona itu dari hujung corong telefon.

Tambah Neelofa: "Kalau betul Datuk sakit hati dan marah dengan ketidakhadiran saya untuk sesi pratonton filem S.A.M yang diadakan pada awal Ramadan lalu, tentu saya sudah tidak senang duduk. Saya kenal rapat dengan keluarga Datuk yang saya bahasakan uncle. Saya memang tak tahu langsung dengan pratonton itu sebab sedang berada di Mekah untuk penggambaran drama Kau Yang Terindah. Mungkin berlaku salah faham. Mungkin pihak Skop Production menghubungi saya di nombor telefon lama, sedangkan telefon berkenaan ada di tangan pengurus saya, Amir Syafiq."

Setahun kebelakangan ini juga kata Neelofa, terlalu banyak yang dipelajarinya. Detik menjejakkan kaki ke tanah suci Mekah untuk umrah dan penggambaran bersama kru Erma Fatima baru-baru ini meninggalkan suatu impak yang berbekas di hati.

"Pandangan saya tentang kehidupan mungkin sudah sedikit berbeza. Haluan hidup sudah boleh dilihat dari banyak sudut. Saya toleh semula apa yang berlaku antara saya dan Anzalna. Rasa tak ada gunanya saya terus menyimpan dendam, dunia ini kecil dan esok lusa kami mungkin akan bertembung juga," katanya beralih ke topik yang beremosi.

Mengambil iktibar dan berkat sempena hari yang mulia, dengan rendah hati Neelofa membingkiskan salam kemaafan buat semua. Secara terbuka dia juga memohon maaf kepada mana-mana pihak dan individu yang terkait sama dalam konflik membabitkan dirinya.

"Saya mahu ambil peluang 1 Syawal ini untuk mohon maaf kepada semua pihak terutama orang dalam industri seni yang pernah terlibat dengan konflik yang melanda saya. Saya doakan kebahagiaan dan keberkatan untuk semua," ujarnya yang beraya di Pasir Mas, Kelantan bersama keluarga.

Sejurus habis penggambaran Kau Yang Terindah yang dijadualkan selesai pada 5 September nanti, heroin Azura 2011 itu sudahpun bersetuju untuk terlibat dengan sebuah lagi filem, Pilot Cafe terbitan Tarantella Pictures menjelang Oktober ini. Sepanjang September ini, duta tilam King Koil itu akan terlibat dengan kempen jalan raya bersama Petronas.