Demokrat Akui Kurang Selektif Merekrut Kader

|| || || Leave a komentar
TOPLESS - JAKARTA - Musibah seolah enggan beranjak dari Partai Demokrat. Secara berturut-turut, kader partai berlambang Mercy itu terseret dalam kasus-kasus korupsi. Imbasnya, citra partai pun tercoreng.

Anggota Dewan Pembina (Wanbin) Partai Demokrat, Syarif Hasan mengaku prihatin dengan kondisi ini. "Sangat memprihatinkan. Saya sangat prihatin sekali," ungkapnya di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2012).

Saat ditanya tentang kenapa Demokrat menjadi tempat menampung orang-orang bermasalah, bagi dia, hal itu lumrah karena Demokrat terhitung partai baru yang diisi oleh orang-orang dari berbagai latarbelakang yang berbeda.

Apalagi, partai berlambang bintang Mercy itu memang terbuka kepada semua pihak yang ingin bergabung. "Yah ini kan fenomena kalau partai baru banyak yang tertarik. Istilahnya dulu karena semua melirik Partai Demokrat. Kita kan partainya yang inklusif, semua, siapa pun mau gabung kita terima," jelas dia.

Menteri Koperasi dan UKM itu mengakui bahwa partainya kurang selektif dalam merekrut anggota. Hal yang sama kata dia juga akan dialami oleh partai lain ketika berada dalam posisi berkuasa di pemerintahan.

"Mungkin sedikit kurang selektif sehingga sedikit bermasalah tetapi saya pikir semua partai saat di posisi sama dengan kami akan begitu juga. Jadi siapapun yang gabung ikut akan hormati," pungkasnya.

Sumber