Supini 20 Tahun Disekap di Dalam Kamarnya

|| || || Leave a komentar

supini-zaenal.jpg
surya/didik mashudi
Supini (terbaring) bersama kakaknya Zaenab di dalam kamar tempatnya disekap, Selasa (11/9/2012).
TOPLESS -  KEDIRI-Supini (40) warga Dusun Baran, Desa Cendono, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur sudah lebih dari 20 tahun disekap di dalam kamarnya. Penyekapan Supini dilakukan karena perempuan itu menderita gangguan kejiwaan.

Karena disekap selama 20 tahun di dalam kamarnya, Supini menjadi penakut jika ketemu seseorang yang tidak dikenalnya. Kejiwaan perempuan itu juga terganggu sehingga menjadi pemalu saat berhadapan dengan orang lain.

“Kalau melihat kondisinya yang memprihatinkan, Supini sudah dimasukkan kamar oleh keluarganya sekitar 20 tahunan. Kamar tempat penyekapan Supini juga dipasang grendel yang hanya dapat dibuka dari luar,” kata Samsuri, Kades Cendono kepada Surya Online, Selasa (11/9/2012).

Dijelaskan Samsuri, saat dirinya menjenguk warganya yang disekap di dalam kamar kondisinya juga sangat memprihatinkan. Perempuan yang sempat mengenyam pendidikan SMP itu terlihat malu-malu serta tidak dapat diajak berkomunikasi.

Namun kata Samsuri, pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena keluarganya melarang Supini dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Keterangan keluarganya Supini pernah menjalani perawatan di RSJ Lawang beberapa tahun silam.

“Saat kami datang bersama petugas Puskesmas Blabak keluarganya memang melarang kalau anaknya dibawa ke RSJ Lawang. Tapi keluarganya mempersilahkan jika ada petugas medis datang memberikan obat ke rumahnya,” ujarnya.

Sementara Zaenab (50), kakaknya menuturkan, adiknya sebelumnya mengalami keterbelakangan mental sehingga terpaksa disekap di dalam kamarnya. Masalahnya, jika adiknya dibiarkan keluar rumah, keluarganya khawatir keluyuran di jalanan.

Sebelumnya Supini memang sempat lepas saat keluarganya lupa memasang grendel kamarnya. Akibatnya, Supini keluyuran dan baru ditemukan keluarganya beberapa hari kemudian.

“Keluarga kami akan merawat Supini di rumah saja. Tapi kalau ada petugas datang memberikan obat ya monggo kami tak keberatan. Namun kalau dirawat di RSJ Porong kami memang keberatan,” jelasnya.

Dijelaskan Zaenab, adiknya mulai disekap di dalam kamarnya sejak tahun 1991. Karena tidak dapat bersosialisasi, Supini sekarang sudah tidak nyambung jika diajak bicara. “Kalau pipis dan berak juga disembarang tempat,” ungkapnya

Sumber