Telkom Rugi Miliaran Gara-gara Aksi Vandalisme

|| || || Leave a komentar


Telkom Rugi Miliaran Gara-gara Aksi Vandalisme

General Manager (GM) Divisi Akses PT Telkom Regional Jabar R Djuffrianto dan GM Telkom Unit Consumer Service Regional Jabar Binuri memperkenalkan perangkat Speedy Pre-wired (putih) dan modemnya (hitam) saat menjelaskan program upgrade layanan jaringan telepon rumah (voice) menjadi jaringan broadband (program Speedy Pre-Wired) di STO Gegerkalong, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Senin (9/7). 
TOPLESS - BANDUNG - Aksi pencurian menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk.
Operational Manager Communication PT Telkom Divisi Regional III Jabar-Banten, Asep Tatang, mencontohkan, wilayah Jabar Selatan, khususnya area Cianjur-Sukabumi, adalah daerah yang cukup rawan vandalisme.
"Motifnya pencurian jaringan. Modusnya memotong kabel dan fiber optik," kata Asep di tempat kerjanya, Jalan Supratman Bandung, Senin (10/9/2012).
Tentu saja, kata Asep, hal tersebut sangat merugikan, tidak hanya PT Telkom, tetapi juga masyarakat pelanggan.
"Pemotongan kabel membuat konektivitas telekomunikasi terputus. Jelas, ini merugikan pelanggan," lanjutnya.
Di tempat sama, Yudi Mulyadi, Manager Area Unit Service Sukabumi, yang wilayah kerjanya meliputi Kota-Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur, menambahkan, aksi vandalisme di wilayah kerjanya tergolong sering terjadi.
Rata-rata, katanya, setiap bulan selama Januari-Agustus 2012, terjadi 40 kali vandalisme.
"Secara materi, nilai kerugian yang kami alami cukup besar. Angkanya, mencapai Rp 1,5 miliar," sebut Yudi.
Untuk mengantisipasinya, kata Yudi, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, membentuk tim dan bekerja sama dengan jajaran kepolisian.
Padahal, ungkap Yudi, Sukabumi-Cianjur memiliki potensi pasar yang luar biasa di Jabar. Tahun ini, sebut Yudi, pihaknya menargetkan penambahan jumlah pelanggan sebanyak 18 ribu pelanggan.
"Sampai Agustus, pencapaian penambahan pelanggan mencapai 74 persen. Kami optimistis, target tercapai. Dasarnya, tahun lalu, kami mampu mencapai 101 persen target yang kami canangkan yaitu sebanyak 14 ribu pelanggaan," paparnya.
Dasar optimisme itu, jelas Yudi, perkembangan ekonomi di Sukabumi-Cianjur tergolong pesat.
Pasalnya, jelas dia, di wilayah itu, terdapat beberapa industri besar, seperi Aqua. Lalu, sambungnya, adanya sarana-sarana pendidikan, seperi sekolah dan perguruan tinggi.
"Selain itu, juga terdapat perkantoran-perkantoran dan apartemen, serta adanya kawasan perkebunan-pertanian. Jadi, itu semua merupakan pasar potensial bagi kami," tuturnya.
Berbicara tentang jumlah pelanggan, Yudi mengatakan, sejauh ini, totalnya mencapai 106.691 pelanggan. Sebanyak 27.152 di antaranya merupakan pelanggan Speedy, yang penetrasi pasarnya mencapai 24,75 persen.
Menurutnya, total penduduk area cianjur-sukabumi 4.702.518 jiwa atau sekitar 1,23 juta KK. Sekitar 369 ribu KK atau 30% merupakan keluarga sejahtera. "Kelompok yang 30 persen itu pun menjadi target kami," pungkas Yudi.

Sumber